Kamis, 26 Mei 2022

Histori dan Filosofi Batik Waluh Separang

Filosofi Batik Waluh Separang Desa Suwaluh



1.Waluh (Labu) – Kesuburan dan Kesejahteraan

Waluh adalah identitas Desa Suwaluh, tanaman yang mudah tumbuh di tanah desa dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Dalam batik, waluh menjadi lambang:

  • Kesuburan tanah desa yang memberi berkah hasil bumi.
  • Kecukupan dan kemakmuran, sebab waluh bisa diolah menjadi berbagai makanan.
  • Kesederhanaan hidup, yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.

2. Separang (Berpasangan) – Harmoni dan Kebersamaan

Motif waluh yang digambarkan berpasangan mencerminkan nilai luhur masyarakat Desa Suwaluh:

  • Gotong royong dalam bekerja dan membangun desa.
  • Kerukunan dan kekeluargaan antarwarga.
  • Keseimbangan hidup, sebab hidup akan bermakna jika dijalani bersama.

3. Sulur Menjuntai – Perjalanan Hidup dan Pertumbuhan

Sulur waluh yang merambat panjang dan berliku menjadi perlambang:

  • Perjalanan hidup manusia yang tidak selalu lurus, tetapi penuh perjuangan.
  • Semangat untuk terus tumbuh meskipun menghadapi tantangan.
  • Cita-cita dan harapan Desa Suwaluh untuk selalu berkembang ke arah lebih baik.

4. Daun Waluh – Kasih Sayang dan Perlindungan

Daun berbentuk hati melambangkan:

  • Kasih sayang antarwarga yang saling menjaga.
  • Rasa aman dan kebersatuan di bawah naungan desa.

5. Bunga Waluh – Harapan Baru dan Generasi Penerus

Bunga yang mekar melambangkan:

  • Awal kehidupan baru, sumber dari keberlanjutan.
  • Optimisme, dari hal kecil bisa lahir sesuatu yang besar.
  • Generasi muda desa sebagai penerus tradisi dan budaya.

Makna Utama

Batik Waluh Separang dari Desa Suwaluh adalah simbol kehidupan desa yang subur, penuh kebersamaan, dan kaya makna. Waluh berpasangan melambangkan kerukunan, sulurnya mengajarkan perjuangan dan pertumbuhan, daunnya menaungi dengan kasih sayang, dan bunganya menumbuhkan harapan akan masa depan desa yang sejahtera.



"Dari tanah yang subur di Desa Suwaluh, waluh tumbuh berpasangan, menyimbolkan kesuburan dan kerukunan hidup warganya.
Sulur yang menjuntai melukiskan perjalanan, kadang berliku namun tak pernah berhenti tumbuh menuju cahaya.
Daun berbentuk hati menaungi dengan kasih, sementara bunga yang mekar menghadirkan harapan akan masa depan yang lebih cerah.
Batik Waluh Separang bukan sekadar kain, ia adalah cerita tentang kebersamaan, kesederhanaan, dan harapan yang tak pernah pudar."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf Dilarang Komentar SARA, Fitnah, Provok...