Maskot merupakan salah satu elemen penting
dalam membangun identitas dan citra sebuah lembaga, termasuk BUMDesa Suwaluh
Mandiri Sejahtera. Kehadiran maskot bukan sekadar sebagai gambar atau hiasan
visual, tetapi sebagai simbol yang merepresentasikan semangat, nilai, dan
tujuan bersama dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Melalui maskot,
BUMDesa memiliki karakter yang kuat dan mudah dikenali oleh masyarakat.
Sebagai identitas visual, maskot membantu
memperkuat branding BUMDesa Suwaluh Mandiri Sejahtera. Di tengah banyaknya
program dan kegiatan desa, maskot menjadi ciri khas yang membedakan BUMDesa ini
dari yang lain. Ketika digunakan pada spanduk, media sosial, kemasan produk,
maupun materi promosi lainnya, maskot menciptakan kesan profesional, modern,
dan terorganisir. Hal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat
dan mitra kerja.
Selain itu, maskot juga berfungsi sebagai media komunikasi yang lebih menarik dan mudah diterima. Visual karakter cenderung lebih cepat menarik perhatian dibandingkan teks biasa. Dengan desain yang ramah dan mencerminkan nilai gotong royong, maskot dapat menjadi jembatan komunikasi antara pengelola BUMDesa dan masyarakat. Pesan tentang kemandirian, kerja sama, dan kesejahteraan dapat disampaikan dengan cara yang lebih kreatif dan persuasif.
Lebih jauh lagi, maskot mampu menumbuhkan rasa
memiliki dan kebanggaan warga terhadap BUMDesa Suwaluh Mandiri Sejahtera.
Ketika masyarakat melihat simbol yang konsisten digunakan dalam berbagai
kegiatan dan produk, akan muncul rasa kedekatan emosional. Maskot menjadi
representasi semangat bersama untuk maju dan berkembang. Kebanggaan ini pada
akhirnya dapat meningkatkan partisipasi warga dalam mendukung program-program
usaha desa.
Dalam jangka panjang, maskot juga memiliki nilai strategis dan ekonomis. Karakter maskot dapat dikembangkan menjadi bagian dari strategi promosi, seperti pada merchandise, konten digital, maupun kemasan produk unggulan desa. Konsistensi penggunaan maskot akan memperkuat citra BUMDesa sebagai lembaga yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan demikian, maskot bagi BUMDesa Suwaluh
Mandiri Sejahtera bukan hanya simbol visual, tetapi aset branding yang
mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha desa. Maskot menjadi wujud nyata
semangat mandiri dan sejahtera yang diusung bersama oleh seluruh masyarakat.
Untuk itu Achmad Junaidi Direktur Bumdesa Suwaluh Mandiri Sejahtera dengan
skill yang dimilikinya membuat maskot :
“Si
Labusa” (Labu Sahabat Desa)
Karakter
tersebut adalah anak berbentuk labu kuning (pumpkin mascot) dengan ekspresi
ceria dan ramah. Kepala berbentuk labu oranye dengan daun kecil di atasnya Mata
besar dan senyum lebar (kesan bersahabat dan positif), Kaos oranye bertuliskan
“SMS”, Celana hijau, Sepatu cokelat, Gaya 3D kartun (chibi), lucu dan menarik
perhatian
1.
Labu Kuning
Melambangkan: Kesuburan dan kemakmuran, Pertumbuhan
dan perkembangan, Energi positif dan kreativitas
2.
Ekspresi Ceria
Menggambarkan: Keramahan, Semangat kebersamaan,
Optimisme
3.
Tulisan “SMS”
melambangkan: Identitas Bumdesa Suwaluh Mandiri Sejahtera, Semangat komunikasi dan konektivitas (karena SMS identik dengan pesan/komunikasi), Branding khas yang mudah diingat
Sebagai lembaga ekonomi desa yang berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat, BUMDESA SMS menghadirkan sebuah simbol yang merepresentasikan semangat, nilai, dan arah perjuangan bersama. Simbol tersebut diwujudkan dalam karakter maskot bernama Si Labusa (Labu Sahabat Desa).
Karakter Si Labusa terinspirasi dari labu kuning, salah satu hasil bumi yang melambangkan kesuburan, pertumbuhan, dan kemakmuran. Warna kuning keemasan pada sosoknya mencerminkan optimisme dan energi positif, sementara daun hijau di atas kepalanya menggambarkan keberlanjutan dan perkembangan yang terus tumbuh.
Si Labusa digambarkan sebagai sosok anak yang ceria, ramah, dan penuh semangat. Representasi ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa BUMDESA SMS hadir secara humanis, dekat dengan masyarakat, serta terbuka terhadap kolaborasi dan inovasi..








.jpeg)