Filosofi Batik Waluh Separang Desa Suwaluh
1.Waluh (Labu) – Kesuburan dan Kesejahteraan
Waluh adalah identitas Desa Suwaluh, tanaman yang mudah
tumbuh di tanah desa dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Dalam batik,
waluh menjadi lambang:
- Kesuburan
tanah desa yang memberi berkah hasil bumi.
- Kecukupan
dan kemakmuran, sebab waluh bisa diolah menjadi berbagai makanan.
- Kesederhanaan
hidup, yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.
2. Separang (Berpasangan) – Harmoni dan Kebersamaan
Motif waluh yang digambarkan berpasangan mencerminkan nilai
luhur masyarakat Desa Suwaluh:
- Gotong
royong dalam bekerja dan membangun desa.
- Kerukunan
dan kekeluargaan antarwarga.
- Keseimbangan
hidup, sebab hidup akan bermakna jika dijalani bersama.
3. Sulur Menjuntai – Perjalanan Hidup dan Pertumbuhan
Sulur waluh yang merambat panjang dan berliku menjadi
perlambang:
- Perjalanan
hidup manusia yang tidak selalu lurus, tetapi penuh perjuangan.
- Semangat
untuk terus tumbuh meskipun menghadapi tantangan.
- Cita-cita
dan harapan Desa Suwaluh untuk selalu berkembang ke arah lebih baik.
4. Daun Waluh – Kasih Sayang dan Perlindungan
Daun berbentuk hati melambangkan:
- Kasih
sayang antarwarga yang saling menjaga.
- Rasa
aman dan kebersatuan di bawah naungan desa.
5. Bunga Waluh – Harapan Baru dan Generasi Penerus
Bunga yang mekar melambangkan:
- Awal
kehidupan baru, sumber dari keberlanjutan.
- Optimisme,
dari hal kecil bisa lahir sesuatu yang besar.
- Generasi
muda desa sebagai penerus tradisi dan budaya.
Makna
Utama
Batik Waluh Separang dari Desa Suwaluh adalah simbol
kehidupan desa yang subur, penuh kebersamaan, dan kaya makna. Waluh berpasangan
melambangkan kerukunan, sulurnya mengajarkan perjuangan dan pertumbuhan,
daunnya menaungi dengan kasih sayang, dan bunganya menumbuhkan harapan akan
masa depan desa yang sejahtera.

